Kadang, Meminta Harus Agak Memaksa

di kantor

Kejadian ini saya alami ketika saya masih duduk di bangku SD. Karena keterbatasan keluarga saya, maka untuk menambah uang jajan saya mencoba berjualan es milik tetangga. Saat itu hanya orang tertentu yang memiliki lemari es sehingga peluang berjualan es di musim kemarau sangat bagus.

Saya mencoba menjajakan es tersebut di sebuah pabrik gula depan rumah. Di waktu istirahat pegawai, jajanan es saya sangat laku, banyak para pegawai yang beristirahat mengambil jajanan es saya. Sambil menghilangkan penat dan lelah setelah bekerja mereka menikmati es. Saya pun membiarkan mereka menikmati dulu. Setelah mereka agak santai saya mulai menagih uang sesuai es yang mereka makan.

“Maaf Pa, saya minta uang bayaran es yang tadi Bapak makan” ucapku. Dengan santai nya mereka menjawab : “Tuh ambil di sana “ sambil menunjuk ke sebelah temannya.

Dengan penuh semangat sayapun menghampiri orang disebelahnya dan meminta uang es yang dimakan. Namun jawaban yang sama saya terima. Dan dengan nada lemah ditambah pesimis saya meminta lagi. Namun usaha saya masih tetap sia-sia.
Karna rasa sedih bercampur takut bahwa uang es yang mereka makan tidak akan dibayar, setelah mengumpulkan semua tenaga dan tekad di dalam hati, saya memaksa mereka dengan ucapan berulang ulang serta memaksa dan merengek meminta uang agar segera dibayarkan, akhirnya, entah mereka merasa kasiahan atau sengaja mengetes nyali saya, akhirnya mereka pun membayarnya.

Dari sepenggal kisah tersebut saya mengambil pelajaran bahwa, untuk memperoleh keberhasilan ternyata kita perlu lebih serius berusaha, lebih sering meminta pada Yang Maha Kuasa, bahkan perlu dilakukan berulang ulang dan penuh keyakinan dalam meminta.

Melakukan sesuatu yang pernah gagal dengan cara yang berbeda bukan berarti kita tidak tahu malu bahwa “sudah tahu salah ko diulangi”. Justru melakukan secara berulang dengan cara yang berbeda akan lebih menunjukkan keseriusan dalam melangkah. Dan akan selalu memperbaiki langkah berikutnya.

Meminta dengan sedikit memaksa dan merengek pada Tuhan bukan menunjukkan bahwa kita cengeng, melainkan membuktikan keseriusan dan kesungguhan dalam berdo’a.

Terkadang dalam usaha mencapai keberhasilan sering menemui kesulitan atau masalah. Maka untuk menembusnya kita perlu menunjukkan kesungguhan dalam berfikir, dalam berusaha dan dalam bertindak. Serta tentunya dalam meminta pada Yang Maha Memiliki segalanya.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *